Harga yang Sesuai untuk Keindahan Gunung Papandayan (Part.2)
Dengan kebaikan pak Haji akhirnya kami ditawarkan untuk menginap di warung teman pak Haji. Namun, karena warungnya itu berada di dalam kawasan Papandayan maka kami harus membayar simaksi untuk dua malam (sedangkan isi dompet kami lagi tipis, Sob). Akhirnya kami berdiskusi dengan petugas dan akhirnya kami ditawarkan untuk istirahat di pos kosong (sebelah pos pendaftaran simaksi yang lumayan luas).
Kami menghabiskan waktu untuk sholat, makan, bercerita dan istirahat di tempat itu. Dan yang membuat tempat itu nyaman karena untuk istirahat di tempat itu tanpa dipungut biaya (alias gratiisss, Sob). Kami bangun sekitar pukul 05.00 WIB dan dilanjut dengan sholat subuh di tempat itu. Kami menikmati pagi hari yang cerah dengan sarapan andalan pendaki (mie instan.. hehe) sambil menyaksikan matahari terbit yang terlihat di balik gunung Cikuray.
Setelah selesai packing kami langsung memulai pendakian dengan membayar simaksi terlebih dahulu, yang membedakan gunung Papandayan dengan gunung lain adalah pada simaksinya, Sob. Karena di gunung ini kita akan membayar dua simaksi yaitu, satu untuk masuk kawasan dengan harga Rp20.000/orang dan yang kedua tiket untuk kemping dengan harga Rp.
Kami menghabiskan waktu untuk sholat, makan, bercerita dan istirahat di tempat itu. Dan yang membuat tempat itu nyaman karena untuk istirahat di tempat itu tanpa dipungut biaya (alias gratiisss, Sob). Kami bangun sekitar pukul 05.00 WIB dan dilanjut dengan sholat subuh di tempat itu. Kami menikmati pagi hari yang cerah dengan sarapan andalan pendaki (mie instan.. hehe) sambil menyaksikan matahari terbit yang terlihat di balik gunung Cikuray.
Setelah selesai packing kami langsung memulai pendakian dengan membayar simaksi terlebih dahulu, yang membedakan gunung Papandayan dengan gunung lain adalah pada simaksinya, Sob. Karena di gunung ini kita akan membayar dua simaksi yaitu, satu untuk masuk kawasan dengan harga Rp20.000/orang dan yang kedua tiket untuk kemping dengan harga Rp.
35.000/orang.
Sepanjang perjalanan kami melewati jalan yang didominasi batuan hasil runtuhan dari dinding pegunungan, selain itu kami juga melewati beberapa kawah dengan bau khas yang menyengat. Kami berjalan sekitar 2Km sampai pertigaan yang ditandai dengan semacam menara pandang yang berada di sekitar warung-warung yang menjual makanan, minuman, dan keperluan mendaki lainnya, serta beberapa warung juga menyewakan alat kemping.
Setelah beristirahat dan melihat pemandangan sekitar gunung Papandayan, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke arah kiri dari menara pandang dengan tujuan pertama yaitu kawasan hutan mati. Oiya Sob, karena dengan rencana yang mendadak sehingga kami kurang mendapat informasi, seharusnya kami melewati jalan ke arah kanan agar bisa sekaligus mengunjungi tempat yang indah lainnya di gunung Papandayan, yaitu Tegal Alun. Tetapi, memilih jalan ke kanan atau ke kiri itu tegantung pilihan masing-masing, Sob.
Tidak lama dari menara pandang akhirnya kami sampai di tempat yang menjadi daya tarik utama gunung Papandyan, yaitu hutan mati. Di sana kami istirahat sambil mengabadikan pemandangan dengan mengambil beberapa foto.
Ketika kami sedang mengambil beberapa foto, kami bertemu dengan petugas dan kami diajak untuk melanjutkan perjalanan berbarengan ke Pondok Saladah (tempat untuk kemping). Di gunung Papandayan tempat untuk kemping juga tidak hanya satu, Sob. Mulai dari yang paling dekat dengan pintu masuk ada Camp David, selain itu sekitar 2Km dari pintu masuk ada ' Gubber Hood dan Pondok Saladah. Kami memilih mendirikan tenda di Pondok Saladah, karena itu merupakan tempat untuk kemping dengan fasilitas yang paling lengkap, disana sudah tersedia toilet, mushola, dan tersedia beberapa warung.
Kami mulai mendirikan tenda sekitar pukul 12.00 WIB setelah tenda terpasang, di sana kami habiskan waktu dengan makan (masak terlebih dahulu pastinya), nonton film bareng, dan dengan berbincang-bincang hangat.. hehe. Oiya Sob, jika ingin kemping di Pondok Saladah kita harus hati-hati, soalnya ketika malam hari kadang ada beberapa babi hutan yang berkeliaran mencari makanan.
Keesokan harinya, setelah selesai packing kami langsung melakukan perjalanan pulang ke bacecamp dengan melewati jalur yang sama. Sekitar pukul 11.00 WIB kami sampai di basecamp (pintu masuk), kami langsung melakukan perjalanan kembali ke terminal Guntur dengan menggunakan mobil kolbak yang sudah menjemput dan seperti sebelumnya, di tengah perjalanan kami pindah ke mobil elf menuju terminal Guntur (bayar kembali Rp50.000/orang).
Setelah sholat dzuhur kami melanjutkan kembali perjalanan ke terminal Leuwi Panjang-Bandung dengan menggunakan minibus (biasa disebut mobil preman), kami sempat kesal karena pemberangkatannya yang telat ditambah suhu udara dalam minibus yang sangat panas (tanpa AC:( ) padahal kami sudah membayar terlebih dahulu seharga Rp30.000/Orang. Dengan harga yang bisa dibilang mahal, kami juga kecewa dengan supir minibus yang menurunkan semua penumpang tidak di tempat tujuan (terminal Leuwi Panjang). Untungnya kami diturunkan di tempat yang kebetulan ada bis arah Bandung-Sukabumi, kami diarahkan oleh supir minibus tadi. Kami harus membayar Rp50.000/orang untuk bis arah karena Sukabumi. Namun, karena kesalahan supir minibus dan hasil negosiasi akhirnya kami membayar Rp30.000/orang. Kami sampai di Sukabumi sekitar pukul 19.00 WIB dan dilajutkan dengan perjalanan ke rumah masing-masing.
Jadi, biaya untuk transportasi perorang dari Sukabumi ke Gunung Papandayan, ialah :
Bis Sukabumi - Bandung : Rp20.000
Bis Bandung - Garut : Rp25.000
Kendaraan terminal Guntur - basecamp Papandayan : Rp.50000
Kendaraan basecamp Papandayan - terminal Guntur : Rp50.000
Minibus Garut - Bandung : Rp30.000
Bis Bandung - Sukabumi : Rp30.000
Dengan tiket masuk kawasan + kemping sebesar Rp55.000/Orang.
Share bila dirasa cerita ini bermanfaat.
Tulis di kolom komentar nama tempat.
Akan saya jadikan cerita jika sudah saya kunjungi. Jika belum, akan saya pertimbangkan untuk masuk daftar tempat yang akan saya kunjungi. :)
![]() |
| Lokasi : Pintu masuk gunung Papandayan |
Sepanjang perjalanan kami melewati jalan yang didominasi batuan hasil runtuhan dari dinding pegunungan, selain itu kami juga melewati beberapa kawah dengan bau khas yang menyengat. Kami berjalan sekitar 2Km sampai pertigaan yang ditandai dengan semacam menara pandang yang berada di sekitar warung-warung yang menjual makanan, minuman, dan keperluan mendaki lainnya, serta beberapa warung juga menyewakan alat kemping.
![]() |
| Foto di atas menara pandang |
Setelah beristirahat dan melihat pemandangan sekitar gunung Papandayan, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke arah kiri dari menara pandang dengan tujuan pertama yaitu kawasan hutan mati. Oiya Sob, karena dengan rencana yang mendadak sehingga kami kurang mendapat informasi, seharusnya kami melewati jalan ke arah kanan agar bisa sekaligus mengunjungi tempat yang indah lainnya di gunung Papandayan, yaitu Tegal Alun. Tetapi, memilih jalan ke kanan atau ke kiri itu tegantung pilihan masing-masing, Sob.
Tidak lama dari menara pandang akhirnya kami sampai di tempat yang menjadi daya tarik utama gunung Papandyan, yaitu hutan mati. Di sana kami istirahat sambil mengabadikan pemandangan dengan mengambil beberapa foto.
Ketika kami sedang mengambil beberapa foto, kami bertemu dengan petugas dan kami diajak untuk melanjutkan perjalanan berbarengan ke Pondok Saladah (tempat untuk kemping). Di gunung Papandayan tempat untuk kemping juga tidak hanya satu, Sob. Mulai dari yang paling dekat dengan pintu masuk ada Camp David, selain itu sekitar 2Km dari pintu masuk ada ' Gubber Hood dan Pondok Saladah. Kami memilih mendirikan tenda di Pondok Saladah, karena itu merupakan tempat untuk kemping dengan fasilitas yang paling lengkap, disana sudah tersedia toilet, mushola, dan tersedia beberapa warung.
![]() |
| Lokasi : Hutan mati |
Kami mulai mendirikan tenda sekitar pukul 12.00 WIB setelah tenda terpasang, di sana kami habiskan waktu dengan makan (masak terlebih dahulu pastinya), nonton film bareng, dan dengan berbincang-bincang hangat.. hehe. Oiya Sob, jika ingin kemping di Pondok Saladah kita harus hati-hati, soalnya ketika malam hari kadang ada beberapa babi hutan yang berkeliaran mencari makanan.
Keesokan harinya, setelah selesai packing kami langsung melakukan perjalanan pulang ke bacecamp dengan melewati jalur yang sama. Sekitar pukul 11.00 WIB kami sampai di basecamp (pintu masuk), kami langsung melakukan perjalanan kembali ke terminal Guntur dengan menggunakan mobil kolbak yang sudah menjemput dan seperti sebelumnya, di tengah perjalanan kami pindah ke mobil elf menuju terminal Guntur (bayar kembali Rp50.000/orang).
Suasana pulang dari Pondok Saladah
Setelah sholat dzuhur kami melanjutkan kembali perjalanan ke terminal Leuwi Panjang-Bandung dengan menggunakan minibus (biasa disebut mobil preman), kami sempat kesal karena pemberangkatannya yang telat ditambah suhu udara dalam minibus yang sangat panas (tanpa AC:( ) padahal kami sudah membayar terlebih dahulu seharga Rp30.000/Orang. Dengan harga yang bisa dibilang mahal, kami juga kecewa dengan supir minibus yang menurunkan semua penumpang tidak di tempat tujuan (terminal Leuwi Panjang). Untungnya kami diturunkan di tempat yang kebetulan ada bis arah Bandung-Sukabumi, kami diarahkan oleh supir minibus tadi. Kami harus membayar Rp50.000/orang untuk bis arah karena Sukabumi. Namun, karena kesalahan supir minibus dan hasil negosiasi akhirnya kami membayar Rp30.000/orang. Kami sampai di Sukabumi sekitar pukul 19.00 WIB dan dilajutkan dengan perjalanan ke rumah masing-masing.
Jadi, biaya untuk transportasi perorang dari Sukabumi ke Gunung Papandayan, ialah :
Bis Sukabumi - Bandung : Rp20.000
Bis Bandung - Garut : Rp25.000
Kendaraan terminal Guntur - basecamp Papandayan : Rp.50000
Kendaraan basecamp Papandayan - terminal Guntur : Rp50.000
Minibus Garut - Bandung : Rp30.000
Bis Bandung - Sukabumi : Rp30.000
Dengan tiket masuk kawasan + kemping sebesar Rp55.000/Orang.
Share bila dirasa cerita ini bermanfaat.
Tulis di kolom komentar nama tempat.
Akan saya jadikan cerita jika sudah saya kunjungi. Jika belum, akan saya pertimbangkan untuk masuk daftar tempat yang akan saya kunjungi. :)







Tetap berpetualang dan jangan lupa berkarya!☁☄
BalasHapusOiya, tetep kasih aku foto sunrise/sunset nya ya wkwk
Pastinya🤘
BalasHapusFoto nya baragus... Kok ga di upload ke ig kak
BalasHapus